Gambar oleh Piqels
7 Kesalahan Umum Penggunaan Mesin Bubut - Didunia kerja, keselamatan dan kesehatan pekerja adalah hal yang sangat penting. Penting bagi perusahaan karena tidak ingin karyawannya sakit atau mengalami cidera sehingga akan menghambat produksi, dan penting bagi pekerja karena tubuhnya dan kesehatannya adalah asetnya untuk bekerja, sehingga ia harus selalu dalam kondisi yang sehat bugar.
Industri bengkel bubut yang saat ini sedang berkembang juga menjadi perhatian beberapa orang. Karena usaha bengkel bubut ini tidak pasti ada disetiap daerah, mungkin masih banyak yang belum tahu tentang hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan ketika sedang bekerja dengan mesin bubut.
Berikut ini adalah 7 kesalahan umum yang terkadang masih dilakukan oleh pekerja mesin bubut, yaitu :
- Posisi Alat Potong yang Tidak Sesuai. Saat mengatur posisi alat potong, maka pastikan posisinya berada ditempat yang sudah semestinya. Tidak terlalu tinggi, atau tidak terlalu rendah. Idealnya alat potong berada dibagian tengah chuck. Posisi yang miring akan mengganggu pada proses pahat dan mengakibatkan pahatan menjadi tidak sempurna.
- Carriage Tidak Dapat Bergerak. Carriage atau eretan berada dilintasan satu sumbu dengan chuck. Fungsinya adalah membawa, mengatur dan menggerakkan posisi alat pahat. Carriage dapat digerakkan secara manual dan juga otomatis. Karena fungsinya yang harus bergerak, maka jika carriage tidak dapat bergerak akan mengakibatkan masalah. Maka hal yang harus diperhatikan adalah menghitung besar power feed yang diperlukan. Untuk melakukannya Anda perlu pengalaman tentang berapa besar power feed yang diperlukan dengan kecepatan operasi yang berbeda, serta lakukan pengujian dengan chuck tanpa benda kerja.
- Tailstok Longgar. Tailstok atau kepala lepas adalah alat yang berfungsi untuk mencari titik pusat dari benda kerja. Pastikan posisinya kuat, terkunci, dan tidak longgar. Karena posisi yang longgar akan mengakibatkan proses pengerjaan tidak sempurna. Pastikan ia terpasang denga benar, dan terkunci dengan baik.
- Membuat Ulir dengan RPM yang Tinggi. Membuat ulir dengan RPM (Rotation Per Minute) yang tinggi dapat mengkibatkan hasil ukiran yang tidak sesuai dengan ketentuan, hal ini dikarenakan RPM yang tinggi akan lebih sulit untuk dikendalikan. Cara meminimalisirnya lagi-lagi mengandalkan pengalaman, pengalaman yang didapat dengan cara menguji perbedaan pemahatan dan kecepatan putaran.
- Feeding dengan RPM Rendah. Berbeda dengan ulir yang membutuhkan RPM rendah, feeding (pemakanan) membutuh RPM yang tinggi. Penggunaan RPM yang rendah ketika proses feeding akan membuat kualitas pemahatan menjadi buruk, dan dapat membuat alat pahat menjadi tumpul. Padahal proses pembubutan megharuskan alat pahat yang tajam dan juga rata.
- Mengabaikan Perawatan. Perawatan mesin bubut sangatlah penting demi menjaga keawetan dan performa mesin. Selalu bersihkan serpihan-serpihan yang dari area kerja, cek oli pelumas, selalu kembalikan tuas keposisi netral dan matikan aliran listrik ketika selesai menggunakan mesin. Segala perawatan ini bertujuan untuk menjaga setiap komponen mesin selalu dalam kondisi prima.
- Lalai dengan Keselamatan Pribadi. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah hal yang sangat penting. Apalagi jika bekerja dengan mesin bubut yang terdapat banyak sekali mesin potong, alat potong, dan sisa potongan yang mungkin dapat membahayakan pekerja. Maka dari itu, keselamatan dan kesehatan kerja perlu diperhatikan. Jangan sampai Anda merasa aman karena Anda telah terbiasa melakukan pekerjaan tersebut atau bahkan sudah bertahun-tahun bekerja sehingga membuat Anda lalai dan mengabaikan keselamatan kerja. Selalu gunakan alat-alat pengaman kerja dan selalu bekerja sesuai dengan prosedur yang benar agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan.



0 komentar "AWAS..!! 7 Kesalahan Umum Penggunaan Mesin Bubut", Baca atau Masukkan Komentar
Posting Komentar